{"id":985,"date":"2024-03-24T18:04:06","date_gmt":"2024-03-24T18:04:06","guid":{"rendered":"https:\/\/tajukbanten.com\/?p=985"},"modified":"2024-03-26T20:53:49","modified_gmt":"2024-03-26T20:53:49","slug":"gerhana-matahari-total-beberapa-negara-jadi-gelap-gulita-seperti-malam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/2024\/03\/24\/gerhana-matahari-total-beberapa-negara-jadi-gelap-gulita-seperti-malam\/","title":{"rendered":"Gerhana Matahari Total Beberapa Negara jadi Gelap Gulita Seperti Malam"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA, TAJUKBANTEN.COM &#8211;  Para ilmuan Astropologi NASA memperkirakan, bahwa bumi akan menjadi gelap di siang hari, akibat terjadinya Gerhana Matahari Total sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. <br><br>Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengingatkan, agar masyarakat tidak mengamati fenomena alam tersebut dengan mata telanjang.<br><br>Dipredeksi Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada Senin, 8 April 2024 atau beberapa hari sebelum Lebaran 2024. <br><br>Peristiwa ini tidak terjadi di seluruh dunia, melainkan di wilayah Amerika Utara, seperti melintasi negara Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.<br><br>NASA mengatakan meski Gerhana Matahari Total menggiurkan untuk dilihat secara langsung, tetapi tanpa pengamanan yang memadai akan berakibat fatal terhadap penglihatan manusia.<br><br>Lembaga antariksa ini mengingakan agar masyarakat tidak melihat Matahari secara langsung ketika terjadi totalitas. Untuk itu, Dianjurkan menggunakan kacamata khusus saat Matahari tertutup total oleh piringan Bulan.<br><br>Au dengan menggunakan alat bantuan, seperti teropong, kamera, maupun teleskop yang dipasang filter di lensanya dalam mengamati Gerhana Matahari Total 8 April 2024<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"600\" height=\"338\" data-id=\"991\"  src=\"https:\/\/tajukbanten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/ilustrasi-gerhana-matahari_169.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-991\" srcset=\"https:\/\/tajukbanten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/ilustrasi-gerhana-matahari_169.jpeg 600w, https:\/\/tajukbanten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/ilustrasi-gerhana-matahari_169-300x169.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Keselamatan menjadi prioritas nomor satu saat melihat gerhana matahari total. Pastikan Anda mengetahui kapan Anda perlu mengenakan pelindung mata khusus yang dirancang untuk melihat sinar matahari,&#8221; imbau NASA kepada masyarakat yang ingin melihat Gerhana Matahari Total tersebut seperti dilansir Jumat (22\/3\/2024).<br><br>Sebelumnya, Peneliti Pusat Riset Antariksa, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Farahhati Mumtahana, mengatakan fenomena gerhana matahari total ini tidak bisa diamati dari Indonesia.<br><br>&#8220;Ada juga fenomena gerhana di tahun 2024, tetapi sayangnya tidak melintas di wilayah Indonesia. Namun dapat dijadikan pertimbangan jika ingin merencanakan wisata atau ekspedisi mengejar gerhana,&#8221; ujar Farah, Minggu (24\/3\/24)<br><br>Setelah gerhana Matahaari total 2024 ini, dipredeksi muncul kembali dua tahun ke depan, tepatnya 12 Agustus 2026. <br><br>Wilayah atau negara yang akan dilewati diantaranya wilayah Samudera Arktik, Greenland, Islandia, Spanyol, dan sebagian Portugal dan sekitarnya.*&#8221;&#8221;&#8221;*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, TAJUKBANTEN.COM &#8211; Para ilmuan Astropologi NASA memperkirakan, bahwa bumi akan menjadi gelap di siang hari, akibat terjadinya Gerhana Matahari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=985"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":992,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985\/revisions\/992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tajukbanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}